Tune Up Mobil

Tune Up Mobil dan Beberapa Manfaatnya

Pada dasarnya mobil merupakan mesin yang membutuhkan perawatan untuk mencegah kerusakan karena terus-menerus bekerja. Tune-up merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kondisi semua komponen dan sistem pada kendaraan seperti semula, agar performa pada mesin mobil kembali maksimal.

Memastikan bahwa tune-up pada mobil Anda secara teratur akan membantu menjaga performa mobil dan bisa memperpanjang umur mesin. Lalu, kapankah waktu yang tepat untuk melakukan tune-up ini? Umumnya, waktu yang paling tepat untuk melakukan tune-up mobil adalah saat mobil sudah mencapai kilometer batas maksimal sekali service, seperti minimal mencapai lima ribu kilometer pasca melakukan perawatan atau service berkala. Saat mobil sudah mencapai lima ribu atau enam ribu kilometer, maka mobil perlu dilakukan tune-up. Selain itu, Anda juga bisa melakukan tune-up setiap 3 bulan sekali atau bisa dilakukan bersamaan ketika melakukan service rutin.

Tune Up dan Servis Biasa

Antara tune up dan servis memiliki perbedaan yang mencolok. Tune up mobil mempunyai variasi pekerjaan yang jauh lebih banyak dibanding servis mobilt seperti biasanya. Maka dari itu, tidak heran jika tune up memiliki waktu dan biaya yang cenderung lebih tinggi dibanding servis kendaraan roda empat biasa.

Jadi, servis kendaraan roda empat biasa hanya mencakup atau terbatas pada beberapa bagian saja seperti pada bagian pengecekan filter udara, pengecekan fluida, pengecekan sistem injeksi hingga pengecekan bagian yang ada di dalam mesin (tanpa melakukan pembongkaran yang lebih pada kendaraan tersebut).

Lain halnya dengan tune up, kegiatan tersebut mencakup tidak hanya beberapa bagian saja melainkan serangkaian kegiatan perawatan yang lebih lengkap hingga ke bagian dalam mesin kendaraan tersebut seperti halnya pada bagian katup kendaraan tersebut.

Adapun komponen yang biasanya dicek saat melakukan tune up sebagai berikut.

  • Pengecakan serta pembersihan filter udara

Pengecekan serta pembersihan filter udara pada  mobil biasanya dilakukan pertama kali pada saat melakukan tune up. Biasanya, mekanik akan membersihkan filter udara dengan menggunakan angin bertekanan tinggi, bila kondisi filter sudah sangat kotor maka akan diganti dengan filter yang baru.

  • Pengecekan karburator dan throttle body

tahahp berikutnya adalah pengecakan pada karburator dan throttle body. Khususnya bagi kendaraan roda empat dengan sistem non injeksi, maka wajib melakukan pengecakan serta pembersihan karburator. Kemudian pada bagian throttle body biasanya akan diebrsihkan menggunkan cairan khusus yakni carbu cleaner. Tidak lupa juga untuk melakukan pengecekan ISC valve.

  • Pengecakan busi dan pembersihannya

Pengecakan busi dan pembersihannya dilakukan untuk menjaga agar api yang keluar pada busi tidak terlalu besar maupun terlalu kecil.

  • Pengecakan dan penyetelan celah katup

Pada bagian mesin dengan sistem katup konvensional yakni yang ada pada mesin injeksi, maka wajib untuk melakukan pengecekan dan penyetelan celah katup agar katup bisa terus berada dalam kondisi standar. Adapun kisaran celah standar atau normal katup ialah 0,2 hingga 0,3 mm.

  • Pengecekan tegangan v belt

Pengecekan tegangan v belt wajib dilakukan baik pada mobil injeksi maupun mobil konvensional (non injeksi). Apabila tegangan v belt kendor, maka mekanik wajib melakukan penyetelan.

  • Pengecakan baterai atau aki

Kondisi baterai atau aki harus berada pada angka 12 volt ketika mesin kendaraan dalam kondisi mati. Adapun kondisi maksimal saat mesin menyala adalah 14 volt. Untuk arus akan dicek menggunakan battery tester.

  • Pengecekan berbagai fluida

Terakhir ialah pengecekan terhadap fluida yakni oli mesin, oli transmisi, minyak rem, oli power steering hingga oli gardan. Jika butuh penggantian oli, maka mekanik akan segera menggantinya.

Kirim Pesan